Kuta, Bali - Indonesia

+62 817 7689 9998

Hotel Manager vs General Manager: Apa Bedanya?

blog-image

Dalam operasional hotel, ada banyak posisi dengan tanggung jawab yang berbeda. Dua jabatan yang sering dianggap sama adalah Hotel Manager dan General Manager (GM).

Keduanya sama-sama punya peran penting dalam memastikan hotel berjalan dengan baik. Namun, lingkup pekerjaan dan tanggung jawabnya sebenarnya cukup berbeda. Memahami perbedaan ini penting, terutama bagi pemilik hotel, investor, maupun tim yang terlibat dalam operasional dan strategi marketing hotel.

Apa Itu Hotel Manager?

Hotel Manager adalah orang yang bertanggung jawab terhadap operasional hotel sehari-hari. Fokus utamanya adalah memastikan setiap departemen bekerja dengan baik dan tamu mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan standar hotel. Beberapa tanggung jawab Hotel Manager antara lain:

  • Memantau operasional hotel setiap hari
  • Mengawasi kinerja departemen seperti Front Office, Housekeeping, Food & Beverage, dan Engineering
  • Menangani masalah operasional dan keluhan tamu
  • Memastikan standar pelayanan hotel berjalan
  • Mengatur koordinasi antar-departemen
  • Memantau kebutuhan dan kinerja staf
  • Membantu menjaga tingkat kepuasan tamu

Sederhananya, Hotel Manager lebih banyak berhubungan dengan bagaimana hotel berjalan setiap hari.

baca juga 5 Kesalahan Pricing Hotel yang Bisa Menurunkan Revenue

Apa Itu General Manager?

General Manager atau GM memiliki tanggung jawab yang lebih luas. Posisi ini biasanya bertanggung jawab terhadap keseluruhan performa hotel, bukan hanya operasional harian. General Manager perlu melihat hotel dari sisi operasional, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, hingga pencapaian target bisnis. Tugasnya dapat meliputi:

  • Menentukan arah dan target hotel
  • Mengawasi performa seluruh departemen
  • Memantau revenue dan profitabilitas
  • Mengambil keputusan bisnis
  • Mengawasi strategi sales dan marketing
  • Menjaga hubungan dengan owner atau investor
  • Membuat evaluasi kinerja hotel
  • Menentukan langkah untuk meningkatkan revenue dan efisiensi

Karena itu, GM biasanya lebih banyak mengambil keputusan yang bersifat strategis dan jangka panjang. Dalam banyak struktur organisasi hotel, General Manager berada di posisi yang lebih tinggi karena memiliki tanggung jawab yang lebih luas terhadap keseluruhan bisnis hotel.

Hotel Manager biasanya berada di bawah GM dan lebih fokus pada operasional. Tetapi, posisi dan struktur organisasi bisa berbeda tergantung ukuran hotel, brand, dan sistem manajemen yang digunakan. Karena itu, tidak semua hotel memiliki struktur jabatan yang sama.

Tidak semua hotel memiliki tim khusus untuk mengelola channel online. Pada properti kecil, pekerjaan OTA sering dirangkap oleh tim sales, reservation, atau marketing.

Jika jumlah OTA semakin banyak dan performanya sulit dipantau, hotel dapat mempertimbangkan menggunakan jasa OTA Bali atau layanan ecommerce hotel.

Tim ecommerce dapat membantu hotel dalam mengelola dan mengoptimalkan channel online, mulai dari distribusi kamar, rate, promo, hingga evaluasi performa OTA. Dengan begitu, General Manager dan Hotel Manager dapat lebih fokus pada operasional dan pengambilan keputusan bisnis, sementara aspek distribusi online ditangani oleh tim yang lebih spesifik. Dengan pengelolaan yang tepat, hotel tidak hanya bisa menjaga operasional tetap berjalan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan visibility, booking, dan revenue dari channel online.